Senin, 07 Mei 2012

LAPORAN HISTOLOGI


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Jaringan epitel terdiri dari kumpulan sel-sel yang sangat rapat susunannya sehingga membentuk suatu lembaran, maka disebut sebagai membran epitel atau disingkat sebagai epitel saja untuk membedakan dengan epitel kelenjar. Adhesi diantara sel-sel ini sangat kuat, membentuk lembaran sel yang menutupi permukaan tubuh dan membatasi atau  melapisi rongga-rongga tubuh. Jaringan epitel tidak memiliki substansi interseluler dan cairannya sangat sedikit. Istilah epithelium berasal dari kata epi yang berarti upon atau di atas dan thele yang berarti nipple atau punting. Penggunaan istilah epitel meluas untuk semua bentuk lapisan yang terdiri atas lembaran sel-sel (cellular membrane) baik yang bersifat tembus cahaya ataupun yang tidak. Dengan berkembangnya pemakaian mikroskop, maka istilah epitel tidak terbatas pada kumpulan sel yang membentuk membran yang menutupi, tetapi juga digunakan untuk kelenjar. Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian embriologis yang menyimpulkan bahwa sel-sel epitel pada permukaan tumbuh  ke dalam  jaringan pengikat di bawahnya dan berkembang menjadi kelenjar. Epitel dalam arti luas dikelompokan menjadi jaringan yang sel-selnya tersusun dalam lapisan yang menutupi permukaan luar atau melapisi rongga di dalam tubuh  yang dinamakan epitel permukaan, mereka dapat digolongkan sesuai jumlah lapisan sel dan morfologi sel pada lapisan permukaan dan jaringan epitel yang tumbuh ke dalam jaringan pengikat menjadi epitel kelenjar, jaringan epitel kelenjar meliputi sel-sel dengan fungsi khusus menghasilkan cairan sekresi yang komposisinya berbeda dari darah atau cairan interseluler. Proses ini biasanya disertai proses makromolekul intraseluler. Persenyawaan ini biasanya ditampung di dalam sel dalam vesikel-vesikel kecil bermembran yang disebut granul sekresi.
 (Tadeus 2009 : 1-2)
Jaringan epitel memiliki bermacam-macam fungsi tergantung jenis dan lokasi terdapatnya jaringan tersebut. Apabila terdapat di luar permukaan organ, misalnya epitel kulit, jaringan epitel berfungsi member perlindungan dari kerusakan (gesekan) mekanis, masuknya mikroorganisme, dan radiasi ultraviolet. Epitel kulit juga berfungsi mencegah penguapan air yang berlebihan dan penting sebagai reseptor sensoris karena pada jaringan  tersebut terdapat ujung-ujung saraf sensoris. Fungsi lain dari epitel adalah sebagai tempat pertukaran gas-gas respirasi dan tempat pelepasan bahan-bahan buangan. Pada permukaan dalam organ , epitel berfungsi untuk absorpsi, misalnya epitel usus halus, dan sekresi, misalnya epitel kelenjar pencernaan.
(Sri pujianto 2008:47)
Semua epitel teletak pada atau dikelillingi oleh suatu lamina basal, yang memisahkan epitel dari jaingan ikat di bawahnya, dan dari pembuluh darah serta saf yang terdapat dalam jaringan ikat itu. Secara fungsional epitel meliputi atau membatasi permukaan, menghasilkan sekret dari epitel membran maupun dari kelenjar,dan turut serta dalam proses absorpsi. Sebagian kecil sel epitel bersifat kontraktil (sel mioepitel) dan sebagian kecil lagi bersifat sensoris (neuroepitel). Karena berhimpitan kebanyakan sel epitel tampak polygon, walaupun bentuknya dapat sangat teratur. Dua faktor yang menjadi dasar pembagian epitel, yaitu bentuk sel dan susunannya dalam lapisan.
( Leeson,C.Roland.1996 : 65)


1.2  Tujuan
Adapun tujuan pratikum ini adalah untuk mengenali dan dapat membedakan berbagai jenis jaringan epitel melalui mikroskop, serta mengetahui bentuk-bentuk jaringan epitel yang ada pada organ tubuh makhluk hidup khususnya pada manusia dan hewan.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Jaringan epitel tersusun oleh sel-sel berisi dan bersudut banyak (oligonal) yang berhimpit padat, dengan sedikit atau tanpa substansi interselular di antaranya. Epitel dapat berupa membran dan dapat pula berupa kelenjar. Membran dibentuk oleh lembaran sel-sel dan meliputi suatu permukaan luar atau membatasi suatu permukaan dalam. Kelenjar berkembang dari permukaan epitel dengan cara tumbuh kedalam jaringan ikat dibawahnya, badan biasanya bagian yang berhubungan dengan permukaan tetap terpelihara. Kelenjar demikian disebut kelenjar eksokrin, yang sekret atau hasilnya dicurahkan kepermukaan pada beberapa kasus hubungan dengan permukaan itu  hilang dan kelenjar itu mencurahkan hasilnya ke suatu sistem pembuluh; inilah yang disebut kelenjar endokrin. Mengenai bentuk, pada dasarnya sel epitel adalah gepeng, kuboid, dan silindris, dengan bentuk peralihan (transisional). Sel gepeng itu sangat pipih, tingginya kurang dari lebarnya. Dari samping terlihat melebar di tempat inti. Sel kuboid berbentuk kubus, tinggi dan lebarnya kurang lebih sama dan sel silindris tingginya melebihi lebarnya. Semua inti berderet sejajar dengan sumbu utama sel denagn bentuk yang sesuai dengan sel nya. Jadi inti itu bulat dan biasanya ditengah pada sel kuboid, pipih pada sel gepeng, dan lonjong pada sel silindris.
 ( Leeson,C.Roland.1996 : 65)
Pengkhususan struktur pada permukaan sel epitel merupakan modifikasi pada permukaan lateral, bagian basal dan bagian apeks. Terjadinya modifikasi untuk berbagai fungsi seperti mengikat epithelium yang satu dengan yang lainnya,difusi antar sel, untuk penghalang (barier) antar sel, masuknya zat-zat dari lumen yang dibatasi oleh jaringan bawahnya, untuk komunikasi antar sel,untuk mengisi celah antar sel pada tempat tertentu dan merambatkan listrik. (Tadeus 2009 : 8)
Epitel bersilia ada 2 macam silia yaitu silia bergerak (kinosilia), gerak sendiri contoh pada spermatozoa dan gerak zat lain contoh pada sel respiratorius dan oviduk. Silia tidak bergerak (stereosilia), seperti mikrovili panjang-panjang saling bergandengan melalui anastomis yang fungsinya memperluas permukaan skretorik contohnya pada duktus epididimis. (Anonim2 2002 : 5)
Sel-sel disusun membentuk membrane dalam satu atau lebih lapisan. Epitel selapis tersusun oleh sel-sel dalam satu lapisan; semua sel terletak diatas membrane basal dan mencapai permukaan. Epitel berlapis basal yang terletak diatas membrane basal. Epitel bertingkat disusun oleh sel-sel yang semuanya berhubungan dengan membrane basal tetapi tidak semua sel mecapai prmukaan. Pada dasarnya epitel ini dibentuk oleh sel dengan berbagai bentuk dalam satu lapisan, biasanya dengan inti-inti yang terletak pada berbagai tingkat, sehingga memberikan gambaran palsu adanya bebeapa lapisan.
( Leeson,C.Roland.1996 : 65)
1.   Epitel gepeng selapis (Epithelium squamous simplex, simple squamous epithelium).
Seluruh sel yang menyusun epitel ini berbentuk gepeng dan tersusun dalam satu lapisan. Batas-batas sel baru jelas apabila sediaan diwarnai dengan AgNO3. Epitel jenis ini terdapat, misalnya pada : permukaan dalam membrane tympani, lamina parietalis capsula bowmani, Rete testis, Pars descendens ansa henlei pada ginjal, mesotil yang membatasi rongga serosa, endotel yang membatasi permukaan sistem peredaran, duktus alveolaris dan alveoli paru-paru.
2.   Epitel kuboid selapis (Epithelium cuboideum simplex, simple cuboidal epithelium).
Susunan epitel ini terdiri atas selapis sel yang berbentuk kuboid dengan inti yang bulat ditengah, epitel ini dapat dijumpai pada pleksus coroideus, diventriculus otak, folikel glandula thyreoidia, epithelium germanitivum, pada permukaan ovarium, epithelium pigmentosum retinae dan duktus ekskretorius beberapa kelenjar.
3.   Epitel silindris selapis (Epithelium cilindricum simplex, simple columnar epithelium).
Epitel jenis ini terdiri atas selapis sel-sel yang berbentuk silindris sehingga inti yang berbentuk oval tampak terletak pada satu deretan. Epitel ini dapat ditemukan pada permukaan selaput lendir tractus digestivus dari lambung sampai anus, vesica fellea, dan ductus excretorius beberapa kelenjar. Pada beberapa tempat tempat kadang-kadang pada permukaan selnya mengalami modifikasi yaitu dengan adanya silia, misalnya dapat dijumpai pada permukaan uterus dan bronchiolus. Epitel pada permukaan usus selain berfungsi sebagai pelindung juga berfungsi sekresi karena diantaranya terdapat sel-sel
yang mampu menghasilkan lendir. Pada beberapa tempat terdapat epitel yang hampir seluruhnya terdiri atas sel kelenjar yang berbentuk sebagai piala, sehingga dinamakan sebagai Sel Piala.
4.   Epitel gepeng berlapis (Epithelium squmosum complex, stratified squamos epithelium).
Epitel ini lebih tebal dari epitel selapis. Bentuk gepeng pada sel epitel ini hanyalah sel-sel yang terletak pada lapisan permukaan, sedangkan sel-sel yang terletak lebih dalam bentuknya berubah. Sel-sel yang terletak paling basal berbentuk kuboid atau silindris melekat pada membrana basalis. Di atas sel-sel silindris ini terdapat lapisan sel yang berbentuk polihedral yang makin mendekati permukaan makin memipih.Epitel ini cocok untuk fungsi proteksi, tetapi kurang cocok untuk fungsi sekresi. Jika pada permukaan epitel gepeng berlapis terdapat cairan, maka cairan tersebut bukan berasal dari epitel melainkan berasal dari kelenjar yang terdapat di bawah epitel.Epitel jenis ini dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a.    Epitel gepeng berlapis tanpa keratin
Epitel jenis ini terdapat pada permukaan basah, misalnya pada cavum oris, oesophagus, cornea, conjunctiva, vagina, dan urethra feminine.
b.   Epitel gepeng berlapis berkeratin
Struktur jenis ini mirip dengan epitel gepeng berlapis tanpa keratin, tetapi terdapat perubahan pada sel-sel permukaannya yang menjadi suatu lapisan yang mati dan tidak jelas lagi batas-batas selnya. Lapisan permukaan tersebut dinamakan lapisan keratin. Jenis epitel ini dapat ditemukan pada epidermis kulit.
Lapisan-lapisan sel pada epidermis kulit adalah sebagai berikut :
a.    Stratum basale
Merupakan selapis sel berbentuk silindris pendek yang terletak pada lapisan paling bawah. Dalam sitoplasmanya terdapat butir-butir pigmen melanin.
b.  Stratum spinosum
Lapisan ini terdiri dari beberapa lapis sel yang berbentuk polihedral. Pada pengamatan dengan menggunakan mikroskop cahaya terlihat seakan-akan sel-selnya berduri (spina) yang sebenarnya disebabkan adanya bangunan yang disebut desmosome. Adanya desmosome menyebabkan eratnya hubungan antar sel.
c.    Stratum granulosum
Lapisan ini terdiri dari 2-4 lapis sel yang berbentuk belah ketupat dengan sumbu panjangnya sejajar permukaan. Di dalam selnya terdapat butir-butir keratohialin, oleh karena mulai lapisan ini terjadi perubahan-perubahan fisiologis.
d.   Stratum lucidum
Lapisan ini terkadang tidak jelas karena tampak sebagai garis jernih yang homogen. Sebenarnya lapisan ini terdiri atas sel-sel tidak berinti yang telah mati dan mengandung zat eleidin dalam sitoplasmanya.
e.    Stratum corneum
Merupakan lapisan teratas dari epidermis. Pada lapisan ini zat eleidin telah berubah menjadi keratin. Bagian terluar dari lapisan ini, terdapat bagian-bagian epidermis yang dilepaskan sehingga merupakan lapisan tersendiri yang disebut dengan Stratum disjunctum.
5.   Epitel silindris berlapis (Epithelium cilindricum complex, stratified columnar epithelium).
Epitel ini terdiri atas beberapa lapisan sel dengan lapisan yang teratas berbentuk silindris dan bagian basal selnya tidak mencapai membran basalis. Lapisan sel-sel di bawah sel silindris berbentuk lebih pendek bahkan bagian yang terbawah berbentuk kuboid. Jenis epitel ini dapat ditemukan pada peralihan oropharing ke laring, fornix conjunctivae, urethra pars cavernosa dan ductus excretorius beberapa kelenjar. Pada beberapa tempat tertentu permukaan sel dari lapisan teratas dilengkapi dengan silia, seperti pada facies nasalis palatum molle, laring dan oesophagus dari fetus.
6.   Epitel cuboid berlapis (Epithelium cuboideum complex ).
Merupakan epitel berlapis yang terdiri atas sel-sel permukaan yang berbentuk kuboid. Jenis epitel ini tidak terlalu banyak di dalam tubuh yaitu pada ductus excretorius glandula parotis dan dinding anthrum folliculi ovarii.



7.   Epitel silindris bertingkat (Epithelium cilindricum pseudocomplex, epitel silindris berlapis semu).
Pada jenis epitel ini, semua sel-sel yang menyusunnya mencapai membrane basalis. Tinggi sel-sel penyusunnya tidak sama sehingga letak inti-inti selnya nampak bertingkat atau berlapis. Sel-sel yang berukuran pendek memiliki inti yang pendek dan berfungsi sebagai penyokong. Epitel jenis ini mempunyai modifikasi dengan adanya silia pada permukaan sel yang berukuran tinggi, sehingga epitel ini disebut sebagai epitel silindris bertingkat bersilia. Epitel ini dapat ditemukan pada trachea, bronchus yang besar, dan ductus deferens. Pada trachea sel-sel yang mencapai permukaan terdapat dua jenis yaitu sel bersilia dan sel piala (Goblet cell) sebagai sel kelenjar.
8.      Epitel transisional (Transisional epithelium ).
Epitel ini merupakan bentuk peralihan tergantung dari keadaan ruangan organ yang dibatasi. Epitel jenis ini cocok untuk melapisi permukaan suatu organ berongga yang selalu mengalami perubahan volume seperti kandung kemih dan juga saluran kemih mulai dari calyces renales sampai sebagian dari urethra.
            Jaringan epitel merupakan salah satu jarinagn dasar penyususn organ tubuh yang tersusun atas kumpulan sel-sel yang saling berikatan erat sehingga membentuk lapisan sel yang menutupi permukaan tubuh dan menyusun kelenjar-kelenjar. Dibawah jaringan ini terdapat lapisan tipis yang disebut Lamina basalis. Lapisan ini terdiri dari bahancair yang amorf dan begranula (buturan), bersama dengan jalinan serat halus. Dibawah lamina basalis sering ditemukan kolagen atau retikulosa yang bersusun rapat. Sel-sel epitel berlekatan kuat dan berhubungan sesamanya oleh adanya Junctional complex, yang terdiri dari Zonula occludens, Zonula adhens, dan Gap junction. Anonim 3 2007 : 1)






BAB III
METODE PRATIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Pratikum dilaksanakan pada pukul 09.30 WIB sampai dengan pukul 12.30 WIB, Hari Kamis, tanggal 23 Februari 2012. Bertempat di Laboratorium Biologi, Laboratorium  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI, Palembang.

3.2  Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan pada pratikum ini yaitu mikroskop. Bahan-bahan yang digunakan dalam pratikum ini yaitu preparat apusan seperti: Preparat Epitel selapis gepeng pada pembuluh vena, Preparat Epitel selapis kuboid pada tubulus koligenles ginjal, Preparat Epitel selapis silindris yang melapisi permukaan dalam rongga libelus, Preparat Epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk ( basah) pada esophagus, Preparat Epitel berlapis gepeng penundukan (kering) pada permukaan epitel kulit, Preparat selapis  Epitel bertingkat silindris bersilia dengan sel goblet pada rongga hidung, dan Preparat Epitel berlapis transisional pada uretra.

3.3  Cara Kerja
Adapun cara kerja pratikum ini adalah : Siapkan mikroskop, dan preparat-preparat apusan tersebut, Letakkan preparat-preparat apusan tersebut satu persatu diatas meja mikroskop, Amati bentuk preparat-preparat tersebut dan gambarkan hasil pengamatan, Lengkapi gambar dengan keterangan yang jelas, kemudian membuat pembahasan  hasil pengamatan beserta kesimpulannya.






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Nama Bahan : Epitel selapis gepeng pada pembuluh vena

http://blogcalondokter.wordpress.com/2010/ 12/09/gambar-jaringan-epitel

Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia       
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Spesies            : Homo sapien

Deskripsi :
Menurut hasil pengamatan yang telah dilakukan  pada pembuluh vena merupakan jenis epitel selapis gepeng dimana  mempunyai nukleus bulat panjang yang horizontal. Sumbu panjang nukleus selalu sejajar dengan sumbu utama sel. Hal ini diperkuat oleh Junqueira,Luis C (1991: 71) Endotel yang melapisi pembuluh darah dan mesotel yang melapisi rongga-rongga tubuh tertentu  adalah contoh-contoh epitel skuamosa sederhana. Epitel squamosa (gepeng) pada embuluh vena berfungsi mempermudah gerakan visera (mesotel),transport aktif pinositosis. Diperkuat lagi oleh Anonim1 (2011:1) Bentuknya seperti sisik ikan maka disebut squamous cell. Pada potongan tegak lurus permukaan epitel tampak bentuk sel yang memanjang dengan bagian tengahnya yang berisi inti lebih menebal. Apabila dilihat dari permukaan epitel, sel-selnya tampak berbentuk poligonal.



Nama Bahan : Epitel selapis kuboid pada tubulus koligenles ginjal

   
http://blogcalondokter.wordpress.com/2010/ 12/09/gambar-jaringan-epitel

Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia       
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Spesies            : Homo sapien

Deskripsi :
Menurut hasil pengamatan pada tubulus koligenles ginjal mempunyai bentuk epitel kubus selapis. Hal ini diperkuat oleh Jun Queira C (1991: 402) Jaringan epitel berbentuk kubus selapis ditemui pada beberapa bagian, meliputi permukaan ovarium, nefron, ginjal, dan lensa mata. Tubulus koligens yang lebih kecil dibatasi oleh epitel kubus dan bergaris tengah 40   Fungsi epitel kubus selapis adalah tempat sekresi.Sri Pujianto (2008 : 48) sesuai dengan namanya, Epitel jenis ini tersusun oleh selapis sel-sel epitel berbentuk kubus dengan inti sel berbentuk bulat yang terletak di tengah sel. Fungsi jaringan ini adalah absorbsi dan sekresi sehingga umumnya terdapat pada kelenjar dan saluran-salurannya, misalnya kelenjar ludah dan kelenjae tiroid. Ginjal adalah organ yang memiliki kemampuan yang luar biasa, diantaranya sebagai penyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat buangan atau sampah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh. Setiap harinya ginjal akan memproses sekitar 200 liter darah untuk menyaring atau menghasilkan sekitar 2 liter ‘sampah’ dan ekstra (kelebihan) air. Sampah dan esktra air ini akan menjadi urin, yang mengalir ke kandung kemih melalui saluran yang dikenal sebagai ureter. Urin akan disimpan di dalam kandung kemih sebelum dikeluarkan.
Nama Bahan : Epitel selapis silindris yang melapisi permukaan dalam rongga libelus



Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia       
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Spesies            : Homo sapien

Deskripsi :
Menurut hasil pengamatan pada lapisan permukaan dalam rongga libelus ditemukan epitel selapis silindris. Hal ini diperkuat oleh Jun Queira C (1991:71) menurut bentuk sel kolumner selapis distribusi nya melapisi usus dan kandung empedu. Dimana mempunyai fungsi sebagai proteksi, lubrikasi absorbsi dan sekresi. Selain ini diperkuat lagi oleh Sri Pujianto (2008 : 48) Jaringan ini tersusun atas sel-sel silindris dengan inti sel berbentuk bulat telur yang  terletak dibagian basal sel. Epitel ini berfungsi dalam proses absorpsi, contohnya yang terdapat pada saluran pencernaan (lambung dan usus). Menurut Anonim1 (2011 : 2) epitel selapis silindris lebih tampak  jelas dengan  bentuk lonjong dan  intinya terletak agak ke bagian membrane basal dibawahnya. Serta konfigurasi selnya tersusun rapat beraturan. Epitel selapis silindris terdiri dari selapis sel dengan bentuk silinder yang berdiri pada membrane basal dengan tampak sel berbentuk tinggi, intinya lonjong dan terletak agak basal dengan sumbu tegak lurus terhadap membrane basal. Ada beberapa lapisan sel yang berbentuk polyhedral diikiuti sel-sel besar dipermukaan cabang. Fungsi dari jaringan ini untuk proteksi,sekresi dan absorbsi.


Nama Bahan : Epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk ( basah) pada esophagus

http://blogcalondokter.wordpress.com/2010/12/09/gambar-jaringan-epitel


Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Spesies            : Homo sapien

Deskripsi :
Menurut hasil pengamatan Esofagus dilapisi epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk (basah). Hal ini diperkuat oleh Jun Queira (1991:71) berdasarkan bentuk epitel berlapis gepeng yang tidak mengalami keratinisasi (lembab) dapat ditemukn pada mulut, esofagus, dan vagina. Yang memiliki fungsi sebagai proteksi dan mencegah hilangnya air,dan proses sekresi.

Nama Bahan : Epitel berlapis gepeng penundukan (kering) pada permukaan epitel kulit

Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia       
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Spesies            : Homo sapien

http://blogcalondokter.wordpress.com/2010/12/09/gambar-jaringan-epitel
Deskripsi :
Menurut hasil pengamatan pada permukaan epidermis kulit ditemukan epitel berlapis gepeng penundukan (kering). Sangat mirip dengan epitel berlapis gepeng tidak bertanduk. Hanya di sini sel-sel yang superfisial mengalami transformasi menjadi lapisan keratin yang kuat dan tidak hidup yang melekat erat dengan sel-sel hidup di bawahnya.Hal ini diperkuat oleh Jun Queira (1991: 71) epitel berlapis gepeng yang mengalami keratinisasi terutama ditemukan di dalam kulit. Sel-selnya membentuk banyak lapisan sel-sel epitel bertanduk dinamakan keratinosit

Nama Bahan : selapis  Epitel bertingkat silindris bersilia dengan sel goblet pada rongga hidung


Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia       
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Spesies            : Homo sapien

Deskripsi :
Menurut hasil pengamatan pada rongga hidung terdapat epitel berlapis silindris bersilia dengan sel goblet. Hal ini diperkuat oleh Jun Queira C (1991 : 72) Epitel berlapis semu disebut disebut demikian karena, meskipun inti-intti selnya terlihat terletak dalam berbagai ketinggian, semua sel melekat pada lamina basalis, tetapi berada di antaranya tidak mencapai permukaan. Contoh paling jelas dari jaringan ini adalah epitel kolumnar berlapis semu dan bersilia yang terdapat di dalam saluran pernapasan. Diperkuat  oleh  Pearce (1999: 11) bahwa sel cangkir atau sel goblet adalah sel yang mengeluarkan mukus atau lendir dan terletak di dinding kelenjar beserta salurannya, yang dilapisi sel silinder, baik sel yang  polos ataupun  sel yang berambut. Dalam jumlah besar menutupi lambung, kolon, dan trakea.

Nama Bahan : Epitel berlapis transisional pada uretra

2010/12/09/gambar-jaringan-epitel

Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia       
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Spesies            : Homo sapien

Deskripsi :
Menurut hasil pengamatan pada uretra terdapat epitel transisional. Epitel ini bila diregangkan terlihat mirip epitel berlapis gepeng, bila tidak diregangkan maka sel permukaannya tampak bulat. Hal ini diperkuat oleh Jun Queira C (1991: 408) Epitel transisional, yang melapisi kandung kemih, ureter dan bagian atas uretra, ditandai dengan adanya sel-sel bulat-bukan gepeng maupun kolumnar-dipermukaannya. Bentuk sel-sel ini berubah sesuai dengan tingakt distensi kandung kemih tersebut, Uretra pars prostatika dibatasi oleh epitel transisional. Hal ini dipertegas lagi oleh Anonim2 (2002 : 6) istilah epitel transisional beranjak dari kenyataan bahwa epitel ini diduga merupakan bentuk peralihan antara epitel berlapis gepeng dan epitel berlapis silindris. Semua sel-sel epitel mampu menyesuaikan bentuknya sampai tingkat tertentu karena pengaruh yang mengubah permukaan epitel tetapi sifat ini sangat nyata pada epitel transisional yang membatasi organ berongga dimana volumenya sangat berubah-ubah. Dalam keadaan kontraksi tampak banyak lapisan sel dimana sel-sel yang paling basal berbentuk kubus atai silindris.

BAB V
KESIMPULAN
   Dari hasil dan pembahasan di atas dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1.      Jaringan epitel yang membatasi rongga tubuh disebut mesotelium,sedangkan jaringan epitel yang membatasi organ disebut endothelium.
2.      Jaringan epitel kelenjar merupakan jaringan epitel khusus yang berperan dalam sekresi senyawa untuk membantu proses fisiologis.
3.      Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang memadat dan saling terikat erat. Pada permukaan apical.
4.      Bentuk dan ukuran sel epitel bervariasi, berkisar dari sel kolumner tinggi sampai sel skuamosa pendek dan termasuk semua bentuk pertengahannya.
5.      Jaringan epitel penutup merupakan jaringan yang sel-selnya tersusun dalam lampiran seperti membrane yang menutupi permukaan luar atai lapisan rongga-rongga tubuh. Secara morfologi mereka dapat di golongkan menurut jumlah lapisan sel dan morfologi sel-sel dalam lapisan permukaan. Epitel biasanya hanya mengandung satu lapisan sel, dan epitel berlapis mengandung lebih daripada satu lapisan.









DAFTAR PUSTAKA

Anonim2 2002.Histologi Jaringan Epitel

Anonim3.2007.Histologi Lambung
http://doctorology.net/?p=210).Artikel.diakses 10/03/2012
Junqueira,Luis. C dan Carneiro, Jose.1991.HISTOLOGI DASAR.Adji Dharma.-Ed.3-Jakarta : xii-496 hlm
Leeson,C.Roland.1996.Buku Ajar Histologi.Buku Kedokteran EGC.-ed.5.-
Jakarta : xi-622 hlm

Lianury,Robby.N.2010.Atlas Histologi Difiore

Pearce C, Evelyn.1999.Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis.Gramedia.Jakarta.
xi-344 hlm

Pujianto, Sri.2008.Menjelajah Dunia Biologi 2.Tiga Serangkai.Solo : xii-324 hlm

Tadeus.2009.Histologi-Jaringan-Epitel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar